Cara Sales Mengatasi Penurunan Penjualan

Cara Sales Mengatasi Penurunan Penjualan

Peugeotpartnership – Padahal kutipan di atas tidak sepenuhnya benar. Namun, pengusaha terkenal Bob Sadino berpesan untuk tidak fokus pada hal lain dan melupakan berjualan saat berbisnis.

Persaingan antar perusahaan begitu besar sehingga volume penjualan tidak dapat diprediksi. Bisa jadi sebuah perusahaan sudah mengalami kesulitan untuk menghasilkan produk atau layanan yang berkualitas, tetapi penjualan tidak berkembang.

Pesaing korporat tidak hanya beroperasi di industri serupa, tetapi dapat didorong oleh bisnis lain. Misalnya, persaingan bisnis smartphone adalah produk elektronik, konsumen lebih memilih membeli AC, TV atau lemari es daripada mengganti smartphone.

Selain itu, faktor eksternal juga dapat memengaruhi penjualan Anda. Perubahan regulasi, kondisi ekonomi, melemahnya nilai tukar rupee, stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi berkontribusi pada penurunan penjualan.

Jadi apa yang Anda lakukan saat penjualan turun? Di sini, peran manajer atau direktur penjualan begitu luas sehingga dia dapat membuat penemuan yang efektif. Para profesional sumber daya manusia yang terlibat dalam perekrutan manajer penjualan telah menekankan bahwa pengetahuan tentang “keadaan darurat penjualan” adalah poin penting dalam merekrut atau mempekerjakan seorang manajer.

Ketika penjualan menurun, manajer penjualan harus bertindak cepat untuk mencegah penurunan penjualan, yang menyebabkan tim penjualan kehilangan kepercayaan dan konsumen melupakan produk tersebut.

Selanjutnya, penulis mencoba mendeskripsikan bagaimana seharusnya manajer penjualan bertindak ketika penjualan turun tajam, dengan menggunakan 5 cara meningkatkan penjualan untuk “meningkatkan penjualan”. Istilah untuk merangsang penjualan di area penjualan merupakan strategi yang ditujukan untuk meningkatkan penjualan.

Lima cara termasuk menjangkau klien baru, klien yang sudah ada, mentransfer komisi, pelatihan, dan pengarahan.

Manajer mengambil pendekatan eksternal untuk mempromosikan konsumen. Promosi yang diberikan berupa hard selling yaitu program promosi yang agresif dan langsung, berkat itu konsumen dapat langsung dan tanpa berpikir untuk mengambil keputusan pembelian.

Tentunya dengan menerapkan prinsip etika bisnis dan tidak bermaksud menipu konsumen. Ingatlah bahwa manajer harus menjaga nama baik perusahaan dan bertanggung jawab atas setiap tindakan.

Upaya meyakinkan konsumen akan audiens sasaran baru dan konsumen lama yang telah membeli produk. Organisasi perlu menerapkan Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) untuk pelanggan mereka.

1. Promosi untuk pelanggan baru

Promosi yang ditujukan untuk konsumen baru harus benar-benar menarik agar tidak menentukan pilihan produk pesaing. Program promosi harus agresif dan berkesinambungan, baik di media online maupun offline. Promosi yang diberikan kepada konsumen dapat berupa:

Produk dan periode promosi terbatas

Jika strategi promosi memberlakukan diskon yang sama pada semua (semua) item, hal itu menjadi kurang menarik karena konsumen akan curiga itu adalah tipu muslihat promosi “permainan”. Namun, diskon dapat bervariasi tergantung pada jenis produk.

Kemudian tentukan masa promosi agar konsumen tidak menunggu terlalu lama untuk mengamankan pembelian, selain itu memberikan kesan bahwa produk tersebut masih laris dan tidak menjual barang dengan harga murah.

Dijual dalam kemasan

Beberapa produk, seperti makanan dan pakaian, dapat memberikan paket promosi atau membeli dua, dan itu akan menarik. Jika konsumen membeli dalam bentuk potongan, maka akan lebih mahal.

Harga paket tersebut akan menyebabkan semakin banyak penjualan untuk jumlah konsumen yang sama. Keuntungan bagi pembeli adalah mendapatkan harga yang lebih murah.

Memberikan hadiah dan voucher

Pemberian kupon diskon untuk pembelian akan mendorong konsumen untuk berbelanja kembali. Voucher dapat digunakan sebagai bentuk promosi untuk digunakan oleh orang lain. Selain itu, kupon dirancang untuk mengikat pembeli sehingga mereka tidak membeli dari pesaing.

Hadiah dari setiap pembelian menjadi menarik ketika hadiahnya berupa barang instan atau dapat langsung digunakan. Misalnya hadiah berupa payung saat musim hujan dan bank energi yang bisa langsung digunakan.

2. Promosi untuk konsumen lama

Data pelanggan merupakan aset organisasi, bagian penjualan harus dapat mempertahankan dan mempertahankan pelanggan agar tetap loyal terhadap produk. Ini dapat dilakukan setidaknya dengan 2 cara:

Penjualan silang

Manajer Penjualan dapat menerapkan penawaran produk yang berbeda dari produk yang dibeli oleh pelanggan dalam penjualan silang. Ini juga bertujuan untuk mengingatkan pelanggan akan varian produk.

Pelanggan mendapatkan pelanggan

Bagi pelanggan setia (consumer loyalty), perusahaan dapat membuat program akuisisi pelanggan sebagai bentuk pengakuan. Dengan memberi hadiah, poin atau hadiah. Secara tidak langsung, metode ini dapat mengikat pelanggan (dengan membangun hubungan dengan konsumen).

Untuk kamu yang sedang mengalami penurunan, segera buat website dan menghubungi Jasa Backlink untuk meningkatkan penjualan kamu kembali.